MIMPI KE SURGA : RAJA AMPAT

Sepertinya ungkapan “Tuhan mencipatakan negeri Indonesia ini saat sedang tersenyum” bukan Cuma kembang gula susastra. Bukti nyatanya adalah terlalu banyak keindahan yang ada di bumi nusantara ini. Salah satunya adalah surga di timur Nusantara: Raja Ampat.
Salah satu alasan saya ingin sekali ke Raja Ampat adalah rekomendasi dari situs Detik Travel. Saya takjub sekali dengan foto-foto dan ulasan mereka mengenai Raja Ampat yang membuat hasrat saya ke sana makin menggebu. Apalagi sedang ada kontes #TiketKemanapun yang hadiahnya adalah Jalan-jalan ke Raja Ampat! Hasrat itu makin menggila.
Untungnya saya hidup di era milenial. Di mana semua informasi, baik informasi harga tiket, akomodasi, serta tarif hotel selama di Raja Ampat sangat mudah dicari. Bahkan, rekomendasi destinasi-destinasi yang wajib dikunjungi juga sudah tumpah ruah di media digital. 
Di era digitalisasi seperti saat ini, saya dimudahkan untuk mencari harga tiket dan hotel terbaik. Saya biasanya searching harga tiket dan hotel di tiket.com di manapun, kapanpun saya berada. Karena apliaksi tiket.com sudah sangat mudah diunduh di app store maupun play store. Jadi gampang sekali mengaksesnya. Tinggal klik gadget kamu, semua harga tiket dan hotel sudah ada di sana. Ya.. tapi pastikan ada kuota atau jaringan internet ya. Heheheheh..
Selain informasi harga tiket dan hotel, kita juga dimanjakan dengan banyaknya promo. Baik itu potongan harga tiket dan hotel, juga keuntungan untuk memakai TIX Point yaitu Discount di Merchant, potongan harga langsung di tiket.com maupun penukaran TIX point kamu dengan barang-barang yang bisa kamu pilih sendiri. Oh Thanks GOD!!
Saya ingin berangkat sekitar pertengahan april. Karena hujan sudah tidak lagi sering turun, sehingga perjalanan menjelajahi Raja Ampat jadi tidak terhambat. Di tiket.com ada penerbangan ke Raja Ampat menggunakan dua maskapai. Dan dari dua penerbangan itu, memang mengharuskan kita melakukan dua kali transit. Jadi, selain dibutuhkan dana yang cukup, untuk liburan ke Raja Ampat, dibutuhkan pula fisik yang prima. Sayang sekali kalau kita sakit begitu sampai di sana. Jalan-jalan kita jadi terhambat.
Untuk penginapan, saya mencari informasi di tiket.com dan bingo saya dapat rekomendasi TeraAilan Heritage Resort. Resort ini terletak hanya beberapa menit dari Pelabuhan Sanoek. Karena Raja Ampat sendiri terdiri dari beberapa pulau. Akomodasi yang dekat pelabuhan, sangat membantu untuk aktivitas liburan kita. Selain menghemat waktu dan tenaga. Juga bisa meminimalisir biaya transportasi darat.   
Kepulauan Wayag adalah destinasi wajib dan mainstream yang harus saya kunjungi. Karena intisari dari keindahan Raja Ampat terdapat di daerah ini. Kepulauan Wayag  terletak di Desa Waigeo Barat, Kabupaten Raja Ampat. Perairan yang biru dengan terumbu karang yang sangat terlihat jelas di bawahnya akan menyambut dan memanjakan mata saya. Belum lagi ikan-ikan laut yang cantik.
Kepulauan Wayag sendiri terdiri dari gugusan pulau-pulau kecil yang merupakan pulau karang yang ditumbuhi pepohonan. Kalau ke sini, kita mesti ke Pulau Karang. Dengan mendaki puncak pulau ini, kita dapat melihat pemandangan sempurna Pulau-pulau karang yang dihimpit laut berwarna biru kehijauan.[1] I can’t wait!!!
Selain ke Kepulauan Wayag, saya juga penasaran sekali dengan Pasir Timbul Raja Ampat. Pasir Timbul sebenarnya adalah sebuah hamparan pasir yang membentuk pulau kecil di tengah-tengah lautan Raja Ampat. Pulau ini tidak luas, hanya sekitar 100-150 meter persegi. Dan keberadaannya sangat bergantung pada surut dan pasangnya air laut. Pasir Timbul sendiri terletak tidak jauh dari ibu kota Raja Ampat, Waisai. Sekitar 30 menit dengan menggunakan perahu motor bermesin sedang.[2]
Ada juga Teluk Kabui. Orang-orang biasa menyebutnya miniatur Pulau Wayag. Teluk Kabui terletak di antara Pulau Waigeo dan Pulau Gam. Pulau Waigeo merupakan tempat Waisai, ibu kota kabupaten Raja Ampat. Terletak agak tersembunyi, tempat ini menyimpan banyak sekali keindahan untuk kita yang suka fotografi bawah laut, diving, snorkling, dan carving. Teluk yang masih perawan, serta keindahan terumbu karang yang bahkan bisa terlihat tanpa perlu melakukan proses penyelaman.[3] Ya Tuhan..  
Destinasi terakhir saya di Raja Ampat adalah Painemo Raja Ampat. Padahal saya yakin, begitu sampai di sana, pasti akan banyak destinasi tambahan. Masyarakat sekitar menyebut Painemo ini sebagai “Wayag kecil”. Ini dikarenakan pemandangan dari atas bukit terjal, mirip dengan gugusan pulau di Kepulauan Wayag, tapi dengan ukuran yang lebih mini.
Perjalanan ke Painemo agak lama dari pelabuhan Waisai. Sekitar dua jam perjalanan dengan speed boat. Tapi jangan sedih, sepanjang perjalanan tersebut, mata kita akan dimanjakan oleh hamparan laut biru yang seolah tak terbatas. Hmmm.. jadi penasaran!
Ada tiga bukit yang biasa dijadikan jalur trek di Painemo. Bukit berketinggian 15 meter di Tanjung Bintang, Bukit Gundul yang tingginya 30 meter, dan yang paling tinggi 40 meter. Menurut rekomendasi yang saya baca, jalur treknya belum dibuat untuk wisatawan, jadi kita mesti mengenakan sepatu khusus untuk memanjat gunung atau sepatu karet yang tertutup, karena akan sangat membantu dan mencegah cedera akibat terpeleset atau tergores karang.
Dari atas puncak bukit di Tanjung Bintang, laut yang dikepung dengan gugusan pulau membentuk seperti bintang. Dari atas puncak bukit, kita akan melihat karang di dasar laguna berwarna hijau toska. Sangat disarankan untuk melakukan penjelajahan di pagi hari, agar dapat menikmati keindahan alam lebih lama dan tidak terlalu panas.[4]
Dari semua yang saya telah sebutkan di atas, yang dibutuhkan saat ini adalah kesadaran kita untuk menjaga dan melestarikan keindahan alam nusantara ini. Karena, Cuma kita yang bisa menjaganya. Sehingga, generasi yang akan datang juga bisa menikmati keindahan yang Tuhan kirim untuk ibu pertiwi. Hal yang paling mendasar adalah kesadaran kita untuk tetap menjaga daerah Raja Ampat bersih dari sampah. Hal ini juga berlaku untuk daerah wisata lain. Sehingga siapapun bisa ke surga. Bukan Cuma mimpi ke surga, tapi menjadikannya nyata. Surga itu, Raja Ampat.


[1] https://travel.detik.com/dtravelers_stories/u-1931689/kepulauan-wayag-pusat-keindahan-raja-ampat
[2] https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/pulau-pasir-sederhana-dengan-makna-luar-biasa
[3] http://panduanwisata.id/2012/09/21/teluk-kabui-keindahannya-setara-dengan-pulau-wayag
[4] https://travel.detik.com/dtravelers_stories/u-2408408/pianemo-gugusan-pulau-karang-cantik-di-raja-ampat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENCEDERAI KEBHINEKAAN

BADAI

SKRIPSI, KUESIONER, dan ORGANISASI